Malam Nisfus Sya’ban

La ilaha illallah

Walanakbudu illahiyyah

Mukhlisinalahuddin

Walaukarihalkafirun

 

Kalimat-kalimat ini berkumandang berkali-kali sepanjang malam,

Disetiap Masjid, Musholla dan rumah2 penduduk muslim

Warga berbondong-bondong ke tempat peribadatan kembali

Setelah pulang sebentar dari sholat isya’ berjamaah

Untuk melakukan sholat Tasbih berjama’ah

Setelah itu bancakan (makan bersama) “sego gono” dengan perlengkapannya yang disajikan di atas tampah.

 

Inilah malam Nisfussya’ban

Allah membuka pintu langit dan bumi 300 pintu rohmat,

Membebaskan para tahanan sebanyak sejumlah bintang di langit pada malam dan siang dunia

malam penggantian buku catatan manusia,

malam pencacatan amal manusia oleh malaikat Roqib & Atid

 

Inilah malam nisfussya’ban

Malam yang penuh kenangan masa kecil

Dengan tradisi melek (tidak tidur) malam, mendirikan kemah dari kain batik milik emak, yang ditutupkan pada tiang jemuran

Menyalakan api unggun, membuat minuman jahe panas sebagai teman begadang, saling berkunjung ke kemah-kemah lain

Di kampung sebelah, bersilaturrohim, bercanda dan berarak-arakan keliling kampong menyuarakan….

La ilaha illallah, Walanakbudu illahiyyah, Mukhlisinalahuddin ,Walaukarihalkafirun.

 

Kumpulan pengajian saling bertandang ke rumah-rumah penduduk secara bergilir sampai dini hari membacakan surat Yasin bersama-sama.

Malam ini tradisi kemah dan api unggun itu hampir punah, tinggal satu dua kemah yang terlihat, suasana kekraban seperti waktu kecilpun serasa hilang.

Waktu terus berjalan, masapun silih berganti, ini adalah malam Sya’ban yang kesekian kali

Esok hari disunahkan untuk berpuasa satu hari

Mari kita manfaatkan waktu yang masih bisa kita alami ini, untuk terus mensyukuri ni’mat Allah yang tiada habisnya

Untuk terus berusaha melaksanakan perintahnya, untuk bisa membuat umat islam ini “rahmatan lil alamin”.

 

 

 

 

foto kiri : keceriaan anak-anak kampung karang tengah di depan kemah mereka (dari kiri ke kanan : Atqo, Amar, Irzaq, Atok, Dila, Ubed)

foto kanan : Kelompok pengajian keliling sedang membaca surat Yasin di rumah penyusun.

 

~ oleh bamburuncing pada Agustus 17, 2008.

Satu Tanggapan to “Malam Nisfus Sya’ban”

  1. duh duh pengen pulang kampung. Amar masih sepupuku

    B : kangen pengin gawe kemah seko jarik+pemehan(jemuran) yo, karo wedangan jahe panas plus api unggun, wah tapi pelatarane wis di paving anyar kabeh kuwi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: