Jenang Sirsat

jenang-sirsata.jpg

Sucinya Idul Fitri yang sebentar lagi akan dinikmati dan dirayakan oleh seluruh umat islam setelah berpuasa selama satu bulan sebagai bentuk kemenangan, juga dimeriahkan dengan saling bersilatuarmi ke tetangga dan sanak saudara, tak lupa makanan ringan sebagai hidangan pelengkap yang ada ditiap meja diruang tamu turut memberikan warna dan kesan tersendiri. Hadirnya jajanan khas / tradisional juga memberi suasana yang akrab, seolah mengingatkan kembali suasana lebaran tempo dulu waktu kita masih kecil. Kehadiran jajanan tradisional yang hanya ada di bulan ramadhan dan syawal seolah mempunyai nilai yang sangat istimewa diantara jajanan-jajanan modern yang semakin banyak macamnya dan tersebar di kota maupun desa. Kehadiran jajanan tradisional seolah mengembalikan kenangan dan perasaan kita akan suasana berada dikampung halaman pada masa lampau.

Adalah Widati, atau yang akrab dipanggil ‘yuwi’ yang sudah hampir 14 tahun menekuni pembuatan jajanan tradisional yaitu jenang sirsat. Usaha rumahan yang ditekuninya sejak tahun 1993 dikampung karang tengah, Kauman, Parakan Temanggung itu bermula dari tersedianya bahan baku sirsat yang cukup banyak namun mempunyai nilai jual yang kecil dan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat dalam bentuk minuman sirup sirsat, kemudian oleh ‘yuwi’ sirsat tersebut diolah menjadi jenang. Awalnya proses pembuatan jenang sirsat itu dikerjakan sendiri dari mulai pemilahan daging dari bijinya, pemasakan dengan cara diaduk manual selama 4 jam per 5kg bahan, pengepakan, sampai pemasaran.

Ketekunan ‘yuwi’ mengembangkan jajanan tradisional jenang sirsat selama ramadhan ditiap tahun membuahkan hasil, terbukti dengan semakin banyak konsumen yang menyukai jenang tersebut. Produksinya semakin bertambah banyak, dan tenaga bantu / pegawai sampai saat ini berjumlah 5 orang. Dengan oplah tiap Ramadhan sekitar 2 sampai 3 kuintal, jenang yang mempunyai 5 pilihan rasa (sirsat, nangka, tape, nanas dan labu/waluh) dengan harga kisaran 20-28 ribu rupiah ) tiap paket kemasan (1/2 kg) ini sudah dipasarkan sampai jogjakarta. Kini jenang milik ‘yuwi’ seakan sudah menjadi jajanan khas yang ada di tiap rumah pada saat Lebaran Idul Fitri.

Ada keinginan untuk memperbesar usaha ini dengan memproduksi lebih banyak jenang dengan penjualan yang terus menerus tidak hanya di bulan Ramadhan dan Syawal, hal ini selain bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, juga melestarikan jajan tradisional yang mungkin bisa menjadi salah satu jajan tradisional khas di kota Temanggung, namun dengan terbatasnya modal dan tenaga kerja yang kebanyakan berstatus petani, hal itu masih belum bisa diwujudkan. Yang jelas dengan hadirnya jenang sebagai salah satu jajanan khas yang ada di Parakan Temanggung, memberikan dampak yang positif, terbukti dengan semakin maraknya para pembuat jenang 5 rasa, namun sudah tentu masing-masing mempunyai ‘taste’ yang berbeda dan pelanggan yang berbeda pula.

(dimuat di http://www.pikatan.wordpress.com tgl 10 Oktober 2007)

~ oleh bamburuncing pada Desember 8, 2007.

2 Tanggapan to “Jenang Sirsat”

  1. Okee juga….. kalo bisa diangkat juga potensi usaha yang bisa dikembangkan di Temanggung (khususnya parakan)…. dan bagaimana spirit dari warga yang tinggal di parakan untuk mengembangkan potensi itu…. apakah sudah optimal ? …. kalo belum optimal, mungkin teman-teman yang ada di luar kota Parakan dan punya kemampuan yang memadai bisa ikut membantu membangun kampung halamannya …..

    br : siip kemarin juga di forum temanggung (temanggung@yahoogroups.com) banyak diskusi tentang temanggung masa depan soal parisiwata yang bisa digalakkan, sektor ekonomi dll, lagi hangat diskusi tentang calon bupati besuk ,semogo bisa memakmurkan temanggung dan sekitarnya ( lagi cari ijin buat di apload disini bisa nggak)

  2. Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://kuliner.infogue.com/jenang_sirsat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: