Pasar Legi Parakan (dahulu)

Inget ga’ pada masa-masa tahun 70’an di daerah Parakan Kulon, tepatnya di Pasar Legi Parakan bagian utara.Disitu terdapat area luas yang ditumbuhi satu atau dua pohon beringin yang besar dan rindang, dengan rumput-rumput hijau yang kadang berdebu kalau pas musim kemarau.Jika pas pasaran Legi, maka suasana di area tersebut makin rame dan meriah, ada penjual, hewan, jamu, sayur-mayur juga ada penjual obat yang sering teriak-teriak kaya’ lagi orasi jika menawarkan dagangannya.Yang sering aku kunjungi kalau pas pulang sekolah SD (tempat SD Lima yang sekarang menjadi tempat Bank mandiri, berdekatan dengan Pasar Legi bagian utara) adalah nonton orasi penjual obat tersebut yang sebelumnya kalau pas di samping Pasar ada seonggok Tanaman Tebon yang sedang dijual sering aku ambil sebatang dua batang  buat dikunyah.Disamping dihibur dengan teriakan-teriakan dan ngegombalnya, yang aku tunggu adalah dimainkannya sejumlah mainan kecil yang banyak jumlahnya, ada monyet main band, kereta api yang jalan dengan baterei, mobil polisi, mobil-mobil kecil yang naik-turun jalan, boneka, robot dan lain-lain.Mainan-mainan ini baru diputar satu persatu jika para penonton sudah berkerumun dan jualannya sudah laku, kadang sampai tengah hari baru mulai diputar semuanya, maklum dirumah waktu itu jarang ada hiburan / keramaian seperti itu.Kalau misalnya waktu kecilnya sekarang sih dari pada nonton kaya’ gitu di pasar yang panas, mendingan stel TV, dengarin radio, mainin hape, baca majalah, maen kemana aja atau internet-an.Yap…itulah kenanganku waktu Pasar Legi Parakan jaman dulu.

~ oleh bamburuncing pada Desember 4, 2007.

9 Tanggapan to “Pasar Legi Parakan (dahulu)”

  1. Kok ga ada fotonya ya….. padahal pengen liat kondisi tempat yang sedang diceritakan jaman dulunya kayak gimana…. dan kondisi sekarangnya udah jadi seperti apa…… kalo ada yang punya foto-foto jaman dulu kota Parakan …. sepertinya bagus juga kalo bisa dimasukkan kesini …. biar bisa melihat bagaimana perjalanan kota Parankan menjadi seperti yang sekarang ini ….. bahkan mungkin teman-teman yang sudah sejak belasan tahun yang lalu meninggalkan kampung halaman (Parakan) sudah tidak tahu lagi bagaiman “raut muka” kota Parakan sekarang ini ….. so,…???

    br : sebentar nih, ada yang memanfaatkan foto2 tanpa ini dengan tanpa ijin dibikin jadi kalender dll (jadi duwit) bagi saya itu melanggar hak cipta, bikin kecewa dan keluar dari sprit of parakan temanggung yang jujur, religius dan sadar hukum.

  2. hehehe…saya masi ingat dulu sering bal2an pake bal plastik di SD 5

  3. parakan sekarang bukan parakan yang dulu, dimana para petani menjadi ‘juragan’. Sekarang petani hanya menjadi ‘buruh’ di tanahnya sendiri. Tidak ada lagi perlindungan buat usaha bertani, cukong maupun ‘cukong jowo’ menjadi raksasa bengis membuat para petani seperti kerja ‘rodi’… Parakan hampir seperti kota2 lainnya, sudah menjadi kota yang konsumtif… bahkan barang ‘owolan’ saja bisa laku di Parakan. Kemacetan, tata ruang kota, dan anak2 muda yang mengkonsumsi narkoba menjadi rekor kasus di Jateng… Kembalikan Parakan ku yang dulu… Lindungi petani, berangus tengkulak2 tembakau, stop budaya konsumtif, buka lapangan kerja….

    B : setuju….., bagaimana pak bupati ?

  4. ciptakan Kota Parakan sebagai Kota masa depan yang dapat memenuhi kebutuhan warganya

  5. selama ini aku bangga jadi orang parakan,ternyata tak kusangka begini sekarang keadaannya,sangat pilu hati ini!

    BR : ok, kalo begitu hanya kita yang bisa melakukan perubahan, dimulai dari hal2 kecil yang bisa kita lakukan saja…

  6. apapun kehanane parakan tetep ngangeni tapi makin lama kok banyak perubahan yang kurang srek penataan dan mungkin kurang pas dengan rencana semula. “PLAZA PARAKAN” kini malah jadi “teras nya pasar legi”, bahkan banyak kios yg jadi tempat usaha perbengkelan.Satu lagi kebersihan Parakan sangat kurang diperhatikan, liat aja sampah banyak berserakan, blum “AROMA TERAPI” sisa pembakaran kuda andong baik yang padat maupun yang cair di depan pintu utama pasar legi. Sangat memprehatinkan predikat Temanggung kota terbersih se Jateng yang nota bene ada Parakan didalamnya dengan kondisi sekarang. Sebagai kadang Temanggung dan asli piyantun Parakan yang ada di belantara Kalimantan saya sangat prehatin dengan keadaan kebersihan yang ada. Pembangunan banyak meningkat di daerah Parakan, seyogyanya pembangunan dalam masalah kebersihan kota juga ikut meningkat mengimbangi. Salam nggo dulur dulur bantaran kali “IPIK”. Maju terus Parakanku.

  7. Memang…. cukup memprihatinkan, dulu saya juga sekolah di parakan tepatnya SMEA 17 deket tobongan itu lho lulus th 1972 trus ke jakarta, kadang kangen juga pulang tengok ke parakan yang saya ingat dengan aroma tahi kudanya, apalagi pulang sekolah suka lewat pasara entho jajan jenang DLIMO tempat encik itu wah lezat….Bukankah bagaimananya kota parakan kedepan…tanggung jawab
    Pemda setempat…. disamping juga partisipasi warganya juga….toh daerah cukup GEMAH RIPAH LOH JINAWI, OPO KANG TINANDUR MESTI THUKUL jo mbakone, yo pari polowijone…..rak inggih leres mekaten to mas!!!!??? salam nggo mbak ASRIKAH di ngemphon. seko djono gombloh

  8. nice artikel..visit our blog:
    dipoteknikmagelang.blogspot.com

  9. Klo mau maju Parakan harus berhenti menanam tembakau, karena tembakau di sana cuma dipakai buat Rokok, dan itu haram.

    Bagaimana Alloh akan Ridho ada suatu kaum, jika kaum itu tidak mau berubah dari kemaksiatan.

    Jualan Rokok itu maksiyat karena memperdagangkan yg haram.

    BR : usulan bisa di lanjutkan ke http://www.temanggungkab.go.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: