Lapangan Tobongan

Tiap jam olah raga, di sekolahku SD Lima Parakan selalu diisi dengan acara lari-lari kecil dari sekolah menuju lapangan sepak bola Tobongan yang berada diwilayah Parakan wetan.Dimulai dengan lari keliling lapangan, senam, lempar lembing, tolak peluru, loncat tinggi dan lain sebagainya yang kaya’nya temen-temen waktu di sekolah juga pasti pernah mengalaminya.Suasana saat itu sungguh mengasyikkan, setelah cape olah raga trus minum es kelapa muda di warung samping lapangan, ramenya bukan main, maklum tempat itu satu-satunya yang dekat dan menyediakan minuman segar plus roti dan gorengan, yang seringkali kalo pas beli es degan (kelapa muda) selalu tak campur dengan roti yang disuwir-suwir biar meriah.Kadang kalau pas musim panen tembakau atau musim ramai, pada malamnya ada pertunjukan film layer tancap yang diselenggarakan oleh perusahaan jamu Air Mancur, dengan menghadirkan film-film jaman dulu tentunya seperti perang Diponegoro, masa-masa perjuangan 45, komedi kwartet jaya ( edy Sud cs.), Benyamin S, dll.Tentunya film tersebut baru diputar setelah jualan jamu Air Mancurnya laku, kalau mau tahu dulu sistim promosinya tidak memakai gadis-gadis cantik melainkan laki-laki cebol yang jumlahnya lebih dari tiga orang. Ini mungkin untuk memberikan suasana humor dan segar.

Sampai SMP, kegiatan ini masih tetap berlanjut, namun saat SMA… lapangan ini telah ditutup, karena ternyata tempat tersebut milik pribadi yang rencanana mau dipakai untuk pembangunan perumahan.Bersamaan dengan itu penjual es degan pun lambat laun merugi dan mungkin lalu ganti usaha…aku sendiri jarang melihatnya.Yang pasti keadaan sekarang kalau mampir di tempat tersebut, masih sering ingat suasana ceria dulu, lapangan seolah sangat luas untuk berlarian (maklum dulu kan masih kecil), dan yang jadi ganjalan di hati ini, kok perumahan yang direncanakan sejak dulu sampai sekarang bentuknya tidak juga kelihatan, kenapa ya?ah mbuh lah…yang pasti kenangan itu masih ada dan mungkin akan terus ada.

~ oleh bamburuncing pada Desember 3, 2007.

6 Tanggapan to “Lapangan Tobongan”

  1. Ini kok ga ada fotonya juga ya….. Ayo donk.. yang punya foto-foto jaman dulu pada nyumbang kesini, biar suasananya makin mantap …..

    br : maaf foto2 sedang diproses ulang agar bisa di download dengan cepat, mungkin dalam 3-4 hari ini ruangan masih sepi. harap maklum
    selain itu ada yang rada mengganjal nih dihati, sebetulnya gak enak diomongin disini tapi saya juga butuh saran dari para pengunjung gimana enaknya.
    rencana awal saya bermaksud mengekspos dengan foto2 yang buanyak banget, dengan kualitas bagus dan dengan ukuran besar, tujuannya agar lebih bisa memuaskan pengunjung sebagai koleksi, bahan renungan dan diskusi dll. tapi kalau ternyata ada yang memanfaatkan foto2 ini untuk bisnis ( dikoleksi, dijadikan kalender / brosur / dll yang punya nilai jual tinggi) dan dilakukan dilingkungan parakan / temanggung gimana ya? serasa ‘dimanfaatkan gitu’, jadi sudah keluar dari konteks awal. ada saran lain, untuk amannya sementara foto2 tak simpen lagi. nanti saya keluarkan lagi dengan jumlah yang lebih banyak.

  2. Aq ada saran nih, Yang di up load foto kualitas menengah aja, yang penting bisa dilihat, kalo mau down load foto yang kualitasnya bagus langsung kontak ke Contact Person aja…. Gimana ?

    br : setuju banget, semoga foto2 tsb bisa banyak memberi manfaat dan bukan sebaliknya, niat baik semoga mendapatkan timbal balik yang baik pula.

  3. jaman smp dulu juga sering kalo pelajaran olahraga disitu, tapi semenjak di kapling2 jadi males, trus olahraganya pindah ke stadion

  4. akuuu kelingan bangeeet … gek isih cilik nonton layar tancep mbengiiii… rame mbanget..mbek koncoku, koncoku omong tak nguyuh disik yooo… jebul nguyuh nang sebelahku aku ra ngerti babar blasss… ngerti2 pas aku lungguh!!!! kok mak CESSSS.. rasane koyo lungguh nang banyu, jebul aku lungguhi uyuhe koncoku mau… waaaaahhh….siaaal tnan.. aku…

  5. info yang keren, tapi ndak jadi keren. ora ono fotone, dadi ra sip to?

  6. saran:fotonya separo amal separo mok komerselke dw oce bro…tobongan warong kayu jadul
    bless n peace

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: