hayoo.. tinggian mana?

7-selamat-datang.jpg

Tugu selamat datang memasuki kota Parakan (Kab. Temanggung) yang berada di pertigaan jalan, sebelah utara jembatan galeh, posisinya terhalang oleh tiang lampu hias yang tinggi menjulang. Seandainya pemasangan lampu dipindah / diatur sedemikian rupa sehingga kehadiran lampu tidak mengganggu tampilan tugu selamat datang.

Seandainya saja desain tugu juga bisa direnovasi dan didesain lagi dengan bentuk yang tematis (misalnya membentuk tonggak-tonggak bambu runcing) sebagai identitas kota Parakan, dilengkapi tulisan mengenai sejarah kota ini dibagian bawah tugu, mungkinkah?

~ oleh bamburuncing pada Desember 3, 2007.

Satu Tanggapan to “hayoo.. tinggian mana?”

  1. Coba bikin berita itu yg bermanfaat, saya pingin ada pembaca komentar saya, saya usul supaya Parakan itu AIR dari PDAM tuh gak pernah mati, saya klo pas mudik lebaran suka kesel banget, pagi-pagi subuh mau mandi buat sholat Ied, airnya malah mati. Ini kan kebangetan sekali, bayangkan, Parakan itu kan daerah pegunungan, yg dilalui dua sungai besar, Kali Galeh dan Brangkongan.

    Sungguh sangat tidak masuk akal, kalau orang-orang Parakan selalu mengeluh kekurangan Air.

    Coba hal ini di periksa, Para pejabat yg ada (di sana kan Ada Pak Hasyim, Ada Pak Yacub, ada Polri dan masih banyak tokoh masyarakat terutama yg beragama Islam.

    Mereka dimohon untuk mengadakan pengecekkan terhadap PDAM, apa sebenarnya masalahnya sehingga AIR PAM sering mati.

    Sekiranya memang kurang airnya, usahakan menambah pasokan air dari sungai yg ada, kan sekarang untuk penjernihan Air sudah sangat bagus.

    Saya kagum dg pengelola Masjid Besaran (apa nama masjidnya, masya Alloh saya sampai lupa, padahal kecil saya ngaji di sana). Waktu setahun yg lalu, saya ketemu Mas Slamet, saya keluhkan sama dia dg keadaan PDAM yg sering mematikan air ke pelanggannya, tetapi saya heran, ketika itu dirumah saya air mati, tapi kok di Masjid terus ngocor, kata Mas Slamet Masjid punya saluran sendiri, dan gratis.

    Masya Alloh, kalau hal ini bisa dikoordinir, kemudia semua warga bikin secara patungan kaya saluran Masjid, dan tinggalkan itu PDAM, klo perlu diancam, bahwa warga Parakan akan mundur jadi pelanggan kalau masih terus saja sering mati.

    Bikin saluran baru, saya yakin PDAM akan ketakutan dan akan lancar kembali.

    Semoga ada tokoh masyarakat yg baca surat saya ini, kemudian berani menindak lanjuti.

    Saya dukung dari Bogor, kamu bisaaaaa

    BR : PDAM = perusahaan daerah air minum, mungkin karena dipakai untuk segalanya, jadinya distribusinya tidak merata, kadang mati disuatu daerah untuk waktu tertentu (giliran) apalagi kalo yang makai serentak seperti saat hari raya, ditambah lagi konsumen menggunakan air untuk cuci motor, mobil dan bis (plus sumur2 di tiap rumah di daerah parakan sudah banyak yang di tableg) jadi……solusinya?
    – mungkin perlu di tambah jumlah debit air di PDAM
    – kesadaran masyarakan akan fungsi air “MINUM” dari PDAM yang sebenarnya
    – dll dll…monggo ditindak lanjuti bagi yang berkepentingan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: