Warung Cukur Welly
Namanya Welly Waluyo 38 tahun, bapak dengan satu istri dan tiga anak ini memulai usaha cukur mencukur sejak tahun 1988 di Pasar Kembang, dua tahun kemudian pindah tempat di sebelah barat bekas SMP Al-Iman Parakan atau tepatnya di jl. KH. Subchi.
Warung cukur yang bisa dikategorikan untuk kelas menengah kebawah ini tergolong laris dan banyak pelangganya, termasuk teman dan kenalan yang sekedar mampir untuk nongkrong, ngobrol, baca koran maupun berbagi cerita. Memang warung ini tidak cukup luas, dengan area sekitar 2,5 x 3 meter yang terdiri dari dua bangku panjang untuk duduk, dan satu set meja kursi cukur, serta sebuah cermin dia mengontraknya dengan biaya perbulan Rp. 90 ribu.
Buka dari pukul 9 pagi sampai 5 sore, biaya cukur untuk dewasa Rp.6000 dan anak-anak Rp.5000 ini cukup murah, meski begitu kondisi ekonomi di Parakan yang tidak menentu yang menyebabkan sepinya order, meskipun begitu pernah ada salah satu pengunjung yang juga menjadi pelanggannya memberikan uang Rp. 50 ribu setelah dicukur rambutnya sebagai tanda terimakasih dan persahabatan.
Menurut Wal panggilan akrabnya; dalam sehari setidaknya ada dua pengunjung yang datang untuk potong rambut, kalau sedang ramai bisa sekitar 10 orang, para pelanggan terdiri dari pedagang dan pengusaha, tedak saja dari lingkungan masyarakat Parakan dan sekitar saja, namun juga dari Semarang, Purwodadi dan Malang yang sering mengadakan perjalanan antar kota.
Laki-laki kelahiran Kentengsari lulusan Madrasah Ibtidaiyah Parakan ini berminat pada cukur mencukur ini dengan cara otodidak, kemudian memperdalam lagi dengan kursus privat dirumahnya, sebelum itu pernah juga jadi pengamen keliling kota Parakan, setelah mendapat nasihat dari sang kakak, barulah dia mendalami dunia potong rambut.
Satu lagi yang menjadi ciri khas dalam menjalankan tugas adalah sambil berdakwah namun dengan bahasa percakapan biasa, lewat obrolan yang santun namun berisi, guyonan ringan sebagai hiburan.
Amar Ma’ruf nahi Munkar adalah filosofi yang selalu dia terapkan dalam perjalanan hidupnya, sungguh patut untuk dicontoh buat kita bersama.




Bambu Runcing, media yang menceritakan suasana & mengangkat nilai2 yang ada dalam masyarakat kota Parakan, Temanggung dan sekitarnya dari sudut pandang yang lain, berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis.
Semoga bermanfaat dan bisa memberi warna tersendiri, setidaknya sebagai tambahan informasi bagi pembaca.
Komentar, kritik dan saran kami harapkan, kami juga menerima kiriman berupa naskah/foto/informasi yang bisa diterbitkan pada media ini.
Disusun oleh Subkhan Khamidi, salah seorang warga kota Parakan yang peduli.
Rumah /Studio : Karang Tengah no.738 Parakan, Temanggung, Jawa Tengah 56254,
Telp. (0293) 598 478, e-mail/yahoo! messenger : sihanss@yahoo.com, Contact person : +628121589716



wah..kulon omah iki