Sepintas mirip nama yang kental dengan nuansa Jepang.
Akhmad Syarif, remaja asal desa Wanutengah RT 05 RW 01 Parakan yang sering di panggil Arif Yamasaki, yang sehari-hari keliling kota Parakan untuk menjajakan gambar kartun jepang berdasarkan pesanan, atau lebih tepatnya menerima jasa menggambar tokoh2 kartun Jepang, seperti Naruto, Dragonball dll. Yamasaki sendiri dalam bahasa Jepang berarti Keinginan sebesar gunung.
Bermodalkan kertas gambar, pinsil dan beberapa contoh gambar umbul tokoh2 kartun Jepang, dia keluar masuk kampung dari pukul 08.00 WIB dan pulang sekitar pukul 17.00 WIB untuk mengunjungi para pelanggan yang rata-rata adalah anak-anak usia SD dan SMP. Cukup dengan biaya Rp. 500 sampai Rp.1000 tiap gambar, perhari dia mampu mengerjakan antara 20 sampai 50 gambar hitam putih di atas kertas gambar berukuran sekitar 15 x 20 cm, memang sebenarnya ini bukan bakatnya menggambar kartun, namun peluang ini diambil sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Laki-laki kelahiran Parakan, Januari 1983, mengenyam pendidikan di MTsN Manden Parakan, kemudian masuk ke SMK Purworejo, tahun 2001 sampai 2006 bekerja sebagai supervisor di perusahaan Columbia Purworejo, menguasai bahasa Jepang secara aktif setelah bergabung dengan “YAMASAKI”, sebuah paguyuban bahasa Jepang, sayang sekali beberapa tahun kemudian paguyuban itu bubar karena tidak ada generasi penerus.
Pertengahan tahun 2006 bekerja di bengkel las sebagai penggulung kumparan dinamo, namun hanya bertahan 3 bulan kemudian pulang kampung kerumah orang tua tanpa pekerjaan apapun alias menganggur. Dengan keahliannya dibidang bahasa Jepang, berbicara, membaca dan menulis Katagana, Hiragana dan Kanji, dia punya keinginan untuk menjadi guide atau membuka kursus, namun hal itu gagal karena selain modal usaha yang tidak ada, peminatnya juga masih sepi.
Akhirnya sekitar bulan Agustus 2008 lalu dia bekerja sebagai “tukang” gambar tokoh, kartun Jepang, lumayan sambutan konsumen yang rata-rata anak-anak itu, sehingga setidaknya sampai sekarang dia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagai ciri khasnya, maka disetiap gambar diberi tulisan-tulisan jepang untuk lebih memperkenalkan pada anak-anak, sehingga mereka selain akrab dengan tokoh-tokoh tersebut, juga mengenal tulisan Jepang.
Saat penulis berkesempatan berbincang-bincang, minggu 16 November 2008 kemarin, dia begitu antusias, optimis dan tekun dalam pekerjaan yang ditekuni, walaupun secara financial nilainya masih jauh dari cukup, namun harapan ke depan, suatu saat entah kapan, dia berkeinginan untuk mewujudkan cita-citanya yaitu membuka kursus bahasa Jepang, penulis memberi gambaran, sebenarnya dengan modal bahasa dan penguasaan menulis tersebut masih bisa dikembangkan lagi misalnya dengan mencoba berlatih menulis kaligrafi jepang, belajar lagi teknik menggambar kartun yang nantinya bisa menciptakan tokoh ciptaan sendiri untuk bisa dikembangkan menjadi komik, animasi, kartun dan lain sebagainya, memang kendala modal, lingkungan kadang menjadi hambatan, namun dengan tekat yang kuat, terus berlatih dan berusaha, mencari informasi yang terus menerus, suatu saat entah itu kapan tujuan yang ingin kita capai bisa berhasil.
Jika ada yang berkeinginan untuk menghubungi Arif, silakan ke 085743047429 (sementara ini adalah no hp adiknya)

















Bambu Runcing, media yang menceritakan suasana & mengangkat nilai2 yang ada dalam masyarakat kota Parakan, Temanggung dan sekitarnya dari sudut pandang yang lain, berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis.
Semoga bermanfaat dan bisa memberi warna tersendiri, setidaknya sebagai tambahan informasi bagi pembaca.
Komentar, kritik dan saran kami harapkan, kami juga menerima kiriman berupa naskah/foto/informasi yang bisa diterbitkan pada media ini.
Disusun oleh Subkhan Khamidi, salah seorang warga kota Parakan yang peduli.
Rumah /Studio : Karang Tengah no.738 Parakan, Temanggung, Jawa Tengah 56254,
Telp. (0293) 598 478, e-mail/yahoo! messenger : sihanss@yahoo.com, Contact person : +628121589716



Komentar Terbaru